Tuesday, March 14, 2006

TOLAK RUU ANTI- PORNOGRAFI / PORNOAKSI!!!!!!

oleh: agung (FS)
RUU APP telah menjadi komoditi politik, pro-kontra terus bergulir…..Pembahasan RUU APP hampir mencapai katasepakat, draft ke-1 berubah menjadi draft ke-2…PAsca penolakan dari masyarakat, khusuznyadari BALi, papuA, dan BaTaM, materi draft ke-1mengalami revisi, dan telah disetujui oleh kesemuaFrAksi, kecuali PDIP dan PDS….JANGAN TERTIPU dengan RUU APP….!!!!!RUU APP yang telah disetujui itu telah mengalamipenyesuaian, telah mengikuti kehendakpengusaha bisniz poRNograFI dan pORnoAKsi,ketika RUU APP tersebut disahkan menjadi UU APP maka sia-sialah perjuangan qta, karena UUAPP tersebut tampil dengan tanpa makna dalampemberantasan poRNOgrafi dan poRNoAkSi….Perubahan dalam draft ke-1 menjadi draft ke-2,saya rasa sebuah hasil kemenangan bagipengusaha BIsniZ pornografi, hal yg cukup fataltelah terjadi, saya ambil beberapa contoh :1. Definisi pornografi, akan dikembalikan kepadadefinisi yuNANI, dimana berasal dari dua kata,yakni poRNe (pelacur) dan gRapHeiN (gambar), yang berarti porNografi ialah gamBar ygmenunjukkan pelacuran. Sedangkan porNoAksiialah porNogRafi yang dijual kepada masyarakat.2. Perubahan pada pasal-pasal di dalam RUUAPP, diantaranya pasal soal CiuMAN di depanumum telah tidak dianggaP Lagi sebagaipelanggaran terhadap UU APP, pasal lainnya ygdihapus, adalah mengenai pakaian didepanumum….FATAL….akibat perubahan tersebut,prilaku CiuMAN, berpelukan didepan umum makabukan hal yg mELanggar UU APP, bahkan gambarsensualitas yg dipandang sebagai seni tidaktermasuk pornoGrafi, asalkan bukan bermotivasipelacuran….PAMER DADA, PAHA, UDEL, BETIZ,bukan merupakan porNOaKSI sebab bukankegiatan melacur….3. SANKSI HUKUM….RUU APP akan menjadiMAcaN oMPoNG, sama seperti UU KEpendidiKaNyang mewajibkan lembaga pendidikan menyediakan pendidikan Agama sesuai denganagama peserta didiknya, TETApi jika melanggar yatidak apa-apa, karena tidak ada sanksihukumnya…..sanksi hukumnya Cuma mengikutiKUHP yg telah ada saja….TOLAK RUU APP..!!!!!!!!!!!!!!RUU APP telah mengakomodir kepentinganindustri pornografi/pornoaksi, draft ke-2 telahmereduksi ide dasar, semangat luhur UUPornograFi…..Kembalikan ke draft ke-1……tolak draft ke-2..!!!!!!!Hidup kebenaran!!!!!
ME :
Waduh-waduh aku sendiri tidak begitu mengerti maksud dari tulisan ini.
Tulisan ini aku dapat dari seoarang temanku yang mengirimkannya lewat Bulletin Board FS. Tulisan ini membuatku bingung??? selain tulisannya aneh tapi juga membuat posisku menjadi "bimbang". Pertama, mungkin aku mendukung dalam konteks "Anti Pornografi"(tetapi tidak semuanya!!hahaha...). Kedua, aku menolak anti pornoaksi, karena didalam pikiranku, aku masih senang lho, kalo melihat cewek2 memakai baju "Tank Top"(ngomong2 bener ga sih tulisannya, sok tau deh gue!!hehehe....) aku hanya ga mau dibilang munafik padahal-kan aku masih senang kalo melihat cewek2 berpakaian wooo.. nan-seksi boo!!!! HAHAHA....^O^ tetapi dalam hal ini aku tidak setuju ada yang mengatakan Pornografi adalah seni, kalo menurutku seni tidak menimbulkan syahwat dan ini sangat berbeda dengan konteks pornografi yang jelas2 untuk menimbulkan syahwat!

By : Buddy

Mewujudkan Kesadaran Kritis Menuju Perubahan!!!

Sungguh tidak beruntung bangsa ini, penderitaan panjang akibat kolonialisme bangsa asing dan penindasan anak bangsa sendiri tak kunjung berakhir setelah momentum reformasi bersamaan dengan kemenangan kubu kaum Neoliberal di berbagai penjuru dunia.
Kapankah kemerdekaan bagi orang papa terwujud dalam arti yang sebenarnya. Merdeka dan berdaulat dalam arti dien, ekonomi, dan budaya, sedangkan cita masyarakat madani adalah impian setiap insan, yang salah satunya dapat diwujudkan melalui proses gerakan pemuda sebagai motor of change, oleh karena itu setiap pemuda dituntut untuk melakukan upaya pemberdayaan sumber daya umat sebagai implementasi dari komitmen moral dan intelektualnya. Komitmen semacam itu merupakan keharusan untuk menghadapi tantangan yang sangat dahsyat, oleh karenanya pendekatan kritis ( critical approach ) transformative menjadi acuan yang sangat penting dalam proses itu merekalah yang akan merencanakan program dirinya dalam memahami strategi dan peluang-peluang yang mungkin dapat meningkatkan martabat dan harkatnya sebagai manusia yang mulia di depan penciptanya.
Sudah sepatutnya gerakan kemahasiswaan Islam mampu mengantarkan kehidupan sosial yang sederajat didepan Allah SWT. Suatu gerakan transformatif yang menumbuhkan kepedulian terhadap nasib sesama, serta mengubah dunia yang timpang, yang banyak didominasi oleh kekuasaan yang menindas kelompok bawah. Yakni bertujuan mempertalikan mitra insani atas dasar kesadaran iman, bahwa sejarah suatu kaum hanya akan berubah oleh Tuhan jika ada kehendak dan upaya dari semua kaum itu sendiri.
Kesadaran kritis rupanya memang jalan yang paling manusiawi untuk mengubah sejarah kehidupan manusia. Yakni mengubah sejarah kehidupan masyarakat oleh masyarakat itu sendiri kearah yang lebih partisipatif, terbuka dan emansipatif. Suatu cita-cita yang melambangkan penjunjungan tinggi harkat dan harga kemanusiaan, keyakinan orang dihargai dan perbedaan pendapat menjadi tradisi. Untuk mencapai situasi seperti itu, harus disadari memang tidak mudah, namun rasanya harus ada yang memulai. Yaitu siapa saja dalam pandangan hidupnya merasa peduli terhadap persoalan ketimpangan social sebagai tantangan iman bersama.
Kita tahu bahwa gerakan kritis dan transformasi sosial yang bersifat partisipatif sudah dimulai oleh organisasi-organisasi sosial tertentu. Namun dari pengalaman selama ini tampak bahwa sebagai gerakan transformasi sosial yang dinamis dan benar-benar dari, oleh, dan untuk masyarakat, tampaknya kegiatan pengembangan masyarakat perlu dipertanyakan kembali kini, apalagi kalau kita sadari bahwa gerakan transformasi tata nilai, tingkah laku individu dan struktur kehidupan kolektif masyarakat.
Hal itu berarti bahwa gerakan kritis tidak cukup dengan menyusun proyek-proyek ekonomi. Sebaliknya, yang lebih diperlukan sebenarnya adalah menciptakan suasana kebersamaan diantara masyarakat itu sendiri dalam membicarakan dan mempersepsi realitas, mencari peluang-peluang di balik realitas itu agar lebih bermakna dilihat dari prinsip-prinsip dasar kemanusiaan yang sederajat sebagai khalifah Allah SWT untuk menciptakan kemakmuran.
Himpunan Mahasiswa Islam ( HMI-MPO ) sebagai elemen masyarakat Indonesia yang bergerak dalam misi Advokasi Mahasiswa dan pemuda, berupaya memposisikan diri untuk membangun kesadaran kritis Mahasiswa menuju perubahan-perubahan social yang transformatif yang menjamin keterbukaan, kepedulian antar sesama, egaliter serta partisipatoris dalam segenap kehidupan masyarakat.
Maka dengan rasa pengabdian yang tinggi sebagai seorang kader ummat, bangsa dan Negara. HMI sebagai oraganisasi pergerakan merupakan momentum yang strategis untuk mengatur dan mendinamisasikan kembali gerak langkah dalam menuai kesadaran kritis Mahasiswa sebagai subyek atau pelaku perubahan. Wallahua'lam bisshawab

By : Buddy

Apa itu Lokalisasi Wacana?SEKEDAR CELOTEH, untuk saudaraku di-HMI

Mengawali rangkaian ide yang akan terlontar dalam tulisan pendek ini, ada dua alasan utama yang mendasari mengapa tulisan ini dibuat, pertama, bahwa secara internal, dalam tubuh HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) telah terjadi apa yang disebut sebagai "involusi pemikiran" dan, kedua, kurangnya apresiasi kita (secara kultural maupun struktural) terhadap wacana intelektual. Kedua alasan tersebut di atas harus dipertimbangkan, kecuali ada alasan lain yang cukup jitu end valid untuk menjaga eksistensi dan nama beken HMI. Kita menyadari bahwa kemandegan gerakan tak hanya terjadi di HMI, tetapi meluas ke elemen gerakan-gerakan eksternal mahasiswa lainnya.
Ide "involusi pemikiran" adalah suatu kemunduran fungsi reproduksi pemikiran (nalar/sebagai pembentuk dan terbentuk). Satu-satunya [dan mungkin ada yang lain] barometer intelektualitas adalah "karya" yaitu kreasi berdimensi gagasan-gagasan perubahan yang bisa dinilai atau diapresiasi oleh "yang lain" (generasi belakangan atau golongan lain). Mengapa mesti gagasan yang berdimensi perubahan? Karena kita sedang menghadapi realitas yang semakin memprihatinkan, menjemukan dan segera menuntut perubahan. Proses terjadinya involusi pemikiran kemungkinan besar diakibatkan oleh kurangnya kesadaran dan keinginan kita untuk melakukan 'study kritis' terhadap tradisi pemikiran yang terbangun selama ini.
Cita-cita besar HMI dalam mewujudkan tatanan masyarakat yang diridhoi Allah SWT adalah tujuan utopis ketika selalu terbentur pada persoalan "metode". Sementara metodologi merupakan bagian dari kajian epistemologi yang memungkinkan elaborasi pengetahuan. Jadi, sebenarnya ada dua wilayah pengembangan yang harus mendapat prioritas; pertama, wilayah epistemologis, dan kedua, wilayah sosiologis. Wilayah sosial-budaya secara langsung adalah efek dari pengembangan wilayah epistemologis yang selalu memiliki sisi pragmatis. Adalah kesalahan terbesar ketika menganggap bahwa kerangka epistemologi HMI telah sampai pada titik final [yang telah diletakkan generasi terdahulu] dan akan selalu menjadi pijakan aksiologis dalam setiap gerakan.
Gerakan intelektual seperti ini adalah gerakan yang bersifat kontinu (berkesinambungan) dan bervisi masa depan yang seharusnya dibangun secara kultural dalam berbagai kelompok ‘studi pemikiran’. Mengapa memakai jalur kultural? Untuk mengantisipasi dan mengeliminir pengaruh struktural yang sering pasang surut dan berpengaruh langsung pada tradisi intelektualitas HMI. Bahwa tanggung jawab intelektual bukan hanya tanggung jawab struktural tapi tanggung jawab siapa saja (kultural).
Gagasan "LOKALISASI WACANA" adalah salah satu langkah strategik untuk mengantisipasi terjadinya involusi pemikiran. Lokalisasi wacana dimaksudkan untuk membentuk tradisi pemikiran dan menjaga pluralitas wacana yang saling berdialektik dalam suatu hubungan jaringan intelektual yang memiliki karakter khas masing-masing. Ini adalah proyek multidimensional yang bervisi perubahan dan berjangka panjang.
Sekedar celoteh, semuanya tergantung temen-temen menilai, bahwa HMI bukan milik siapa-siapa, bukan hanya milik mereka (pemegang stempel Broo!, hehehehe..). Terakhir, mohon maaf bila ide yang terlontar dalam tulisan ini sempat melukai temen-temen dan atas segala kekurangajarannya, gitu loh! hehehe peace...... v ^_^ v

Saturday, March 11, 2006

Sex Is Not Everything

One wise man say! sex is not everything in your marriage life, but without it your life is nothing!
Change your lifestyle, change your mindset. You dont want that hape ^_^

By : Buddy

Traekpol...!!!!!

Tepatnya pada hari rabu tanggal 22 februari 2006, aku bersama temen-temenku dari HMI (MPO) mengikuti Traekpol atau yang disebut dengan Training Ekonomi dan Politik yang di adakan oleh KM-AI (Komite Mahasiswa Anti-Imperialisme) yang kebetulan aku termasuk dalam aliansi dengan komite tersebut yang diadakan di Ciganjur. Pada saat perjalanan training terjadi apologi-apologi sengitku dengan seorang pemateri saudara Mustafid dari PMII UGM Yogya. Dalam pembicaraanya beliau mengatakan " Kita ini menolak globalisasi, maka pada saat ini juga Kita harus keluar dan berhenti dari dunia perkampusan " karena menurut beliau pendidikan yang ada sekarang adalah bagian dan merupakan produk dari globalisasi. Bagiku penolakan atas globalisasi lebih kepada tingkatan system dan ideologi bukannya pada tingkatan produk, ini merupakan terminologi yang salah kaprah. Aku tidak tahu apakah itu merupakan hasil pemikiran beliau atau hanya sekedar wacana yang di lempar agar kemudian ditanggapi oleh para audiens. Bagiku gagasan Globalisasi dan Neoliberal itu pada hakekatnya adalah bentuk baru dari perkembangan Kapitalisme.

Di masa lalu, kapitalisme berubah bentuk menjadi 'imperialisme' dan 'kolonialisme'. Dengan cara menaklukan negeri-negeri lain secara fisik dan menjadikan negeri-negeri itu sebagai jajahan atau koloninya, maka kaum kapitalis bisa secara paksa membeli bahan baku dengan harga yang sangat murah dan sebaliknya. Cara ini terbukti telah mengakibatkan penghisapan dan penindasan yang tiada tara kejamnya..

Dalam konteks Indonesia, hal inilah menurutku yang menjadi sebab musabab mengapa founding fathers republik ini bangkit melawan kolonialisme dan berjuang untuk kemerdekaan bangsa Indonesia. Cara-cara pemaksaan seperti yang terjadi pada masa kolonialisme sudah tentu tidak bisa lagi dilakukan pada saat sekarang karena akan bertentangan dengan hak asasi manusia yang di akui sebagai hak universal. Oleh karena itu, diperlukan cara baru yang lebih canggih, elegan dan seolah-olah lebih manusiawi. Dan cara itu justru dirumuskan oleh kaum neoliberal sebagai globalisasi dan pasar bebas. Inilah menurutku yang akan melahirkan neo-imperialisme dan neo-kolonialisme.

Kapitalisme gaya baru ini (globalisasi dan pasar bebas) sudah hampir dipastikan akan menghasilkan penghisapan dan penindasan gaya baru pula. Bentuk neo-imperialisme ini, penindasan dan penghisapannya lebih canggih, sehingga seringkali membuat orang yang tertindas sendiri merasa senang dan bahagia. Karena mereka merasa diuntungkan tetapi, mereka tidak sadar bahwa kaum neo-liberal telah menguasai mereka dan siap menindas dengan neo-imperialisme dan neo-kolonialisme. Begitu hebatnya propaganda kaum neoliberal, bahaya yang sangat besar dan nyata suadh ada di depan mata menjadi tidak nampak sama sekali. Bahaya persaingan bebas yang hanya akan memenangkan pihak yang kuat saja (free fight competition and survival of the fittest). Seperti contoh pada saat ini, bagaimana mungkin produk negara ini bisa bersaing dengan produk negara lain apabila biaya produksinya lebih mahal. Ini jelas rekayasa dari kaum neoliberal agar negara ini diarahkan kepada tingkatan konsumtif. Tujuan mereka jelas untuk menghancurkan industri-industi besar dan kecil yang ada di negara ini sehingga kita menjadi benar-benar bangsa yang konsumtif. Kemudian inilah yang menyebabkan mereka dapat memegang control di negara ini. Dan pada tahap selanjutnya akan menjadikan jenjang perbedaan antara yang kaya dan yang miskin menjadi semakin lebar, sama sekali luput dari perhatian kita. sekalipun benar kita selalu mengkhawatirkan bahaya kesenjangan tersebuat, namun dalam konteks globalisasi dan pasar bebas, bahaya tersebut seolah-olah hilang sirna dengan sendirinya. Bahaya proses free-fight competition and survival of the fittest dan berbagai akibat turunannya, seperti proses akumulasi dan sentralisasi kapital serta proses proletarisasi kekuatan ekonomi lemah dan menengah, yang merupakan bahaya dasar dari kapitalisme, sama sekali terlupakan. Wallahu a'lam bis shawab.

By : Buddy

Ingin Tuhan Yang Lain

Adakah Tuhan besar karena manusia merasa kecil di hadapan ombak yang bergemuruh bergelora? Adakah Tuhan Agung karena manusia merasa tidak berdaya di hadapan alam yang luas, laut yang tiada bertepi? Kalau begitu Tuhan besar karena kekecilan manusia. Alangkah sederhananya ketuhanan yang demikian.
Aku tidak mau tuhan seperti itu..!!
Bagiku Tuhan tidak kontradiksi dengan cipataanya (manusia). Aku ingin mencari Tuhan yang lain!!!!

Wednesday, March 01, 2006

Jiwa Yang Kosong....

Bila yang tertulis untukku adalah yang terbaik untukmu,
Kan kujadikan kau kenangan terindah dalam hidupku,
Dan kutulis takdirmu di hatiku,
Sehingga membekas dijiwaku yang kosong.

By: Jiwa yang Kosong